Kuliah Daring Mahasiswa Pusing
Kuliah Daring Mahasiswa Pusing
Oleh: Muh Rafi Rahadian
(Peserta lomba kepenulisan Imkey tahun 2020 dengan tema Berperilaku Cerdas di Tengah Pandemi)
Kondisi Indonesia yang tengah dilanda pandemi Covid-19 memaksa kita untuk membatasi interaksi sosial seiring dengan diterapkannya social distancing. Hampir segala aspek kehidupan merasakan dampak dari pandemi tersebut. Tidak terkecuali di sektor pendidikan. Himbauan menteri pendidikan dan kebudayaan untuk melakukan segala aktivitas di rumah dalam hal ini mengubah gaya belajar dari bertatap muka menjadi sistem daring, telah dilakukan melalui surat edaran nomor 262/E.E2/KM/2020. Hal tersebut menjadi kendala bagi mahasiswa dalam menyesuaikan metodeperkuliahan.
Sistem pembelajaran daring ini sangat merugikan sekaligus membebankan mahasiswa. Bisa dikatakan apa yang mereka gunakan untuk melaksanakan kuliah daring adalah sarana dan prasarana pribadi. Tidak hanya sarana dan prasarana harus tersedia tetapi juga harus cukup mumpuni. Hal seperti laptop atau komputer merupakan alat utama yang bisa digunakan untuk kuliah daring. Mungkin hampir semua orang sudah memiliki laptop yang sudah biasa digunakan untuk mengerjakan tugas. Tapi akan menjadi kerepotan jika suatu waktu terdapat masalah pada perangkatnya. Walau pun fungsi smartphone sudah semakin canggih, namun cukup sulit untuk bisa menggantikan fungsi laptop secara penuh dan efisien. Bagaimana dengan koneksi internet? Koneksi internet juga merupakan hal yang tidak kalah penting dalam pembelajaran daring. Dalam hal ini banyak kendala yang terjadi. Bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan bukan jadi masalah yang besar tetapi, bagi mereka yang tinggal di pedesaan bisa membuat mereka frustasi. Tidak meratanya jangkauan akses internet menjadi suatu kendala yang begitu menyulitkan. Butuh usaha ekstra bagi mahasiswa yang tinggal di daerah tepencil untuk bisa melakukan pembelajaran daring dengan lancar. Hal ini seperti yang telah dilansir oleh detik.com dalam sebuah artikelnya pada tanggal 10 Mei betapa sulitnya perjuangan mahasiswa dalam mendapatkan jaringan di pedalaman Kecamatan Rantebulawan Timur, Kabupaten Mamasa.Bahkan dalam sebuah artikel yang dilansir oleh okezone.com pada 8 mei perjuangan dalam kuliah online hingga memakan korban jiwa. Salah satu kawan kita dari Sulawesi Selatan yang mencari jaringan dengan memanjat menara masjid tidak sengaja terjatuh dan membuatnya meninggal dunia. Hal ini tentu mengundang keprihatinan berbagai akademisi. Pembelajaran daring juga memerlukan biaya lebih untuk membeli kuota internet yang konsumsinyaidak sedikit. Walau pun beberapa provider menawarkan paket kuota yang lebih murah, belum tentu provider tersebut mampu memenuhi kebutuhan jaringan yang dibeberapa wilayah tertentu hal tersebut tidak terjangkau. Selain itu, aplikasi seperti zoom mapupun google meet yang menyediakan layanan teleconference yang sering digunakan untuk melaksanakan kuliah online, memakan kuota yang cukup besar. Hal ini membuat pengeluaran semakin bertambah. Menteri pendidikan dan kebudayaan melalui surat edaran nomor 331/E.E2/KM/2020 mengintruksikan pada beberapa perguruan tinggi yang tercantum untuk memberikan subsidi terhadap mahasiswanya sebagai upaya memberikan keringanan dalam melaksanakan kuliah online. Meskipun begitu, hal ini tidak terjadi secara inklusif di seluruh perguruan tinggi yang menyelenggarakan sistem pembelajaram daring. Dalam pelaksanaan kuliah daring bagi sebagian program studi, ada praktikum yang mana adalah salah satu bentuk perkuliahan dalam prodinya. Hal ini tentu sulit, bahkan cukup mustahil untuk bisa dilakukan pada kuliah daring. Praktikum dimaksudkan agar mahasiswa memliki keterampilan di lapangan untuk bisa mengimplementasikan teori yang telah dipelajarinya. Pengalaman yang saya rasakan, praktium diganti dengan melakukan pengamatan terhadap video kemudian di tuangkan hasilnya dalam sebuah makalah. Meskipun dirasa kurang efektif mungkin itu solusi terbaik yang bisa dilakukan. Masalah lainnya yakni teknis perkuiahan yang tidak jelas. Beberapa dosen hanya memberikan tugas tanpa menjelaskan materi yang diberikannya. hal ini memberikan kesulitan tersendiri bagi mahasiswa dalam menangkap materi yangdiajarkannya.
Sesungguhnya dari beberapa hal yang saya sebutkan bisa kita tarik kesimpulan dimana masalah pendidikan di Indonesia secara mendasar berada pada aksesibilitas pendidikan yang belum merata, baik secara horizontal maupun secara vertikal. Secara horizontal sarana dan prasarana yang tidak merata di berbagai daerah menjadi kendala bagi mereka yang tinggal di pelosok negeri ini. Secara vertikal, latar belakang sosial ekonomi yang berbeda membuat masing-masing individu memiliki perbedaan dalam pemenuhan kebutuhan sarana prasarana yang menunjang kebutuhan akademiknya. Pembelajaran daring ini juga perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terkait teknisnya agar mahasiswa tidak terbebani atau pun kesulitan dalam pelaksanaanya. Dari berbagai permasalahan tersebut, pandemi Covid-19 secara tidak sadar juga menguji bagaimana pendidikan di Indonesia. Harapannya dari pandemi yang terjadi saat ini mampum memberikan evaluasi sehingga kita bisa melakukan pembenahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Saya pikir hal ini cukup sejalan dengan apa yang telah Menteri Nadiem utarakan terkait digitalisasi pendidikan beberapa waktu lalu. Dalam penyelesaian jangka pendek, sebaiknya ada pengertian antara dosen dan mahasiswa untuk bisa memaklumi akan kondisi yang ada sehingga perkuliahan tidak bisa berjalan secara maksimal, terlebih bagi mereka yang tinggal di daerah tepencil yang cukup sulit untuk bisa mendapatkanjaringan.
Daftar Pustaka
Febriady, A. 2020. “Beratnya Perjuangan Mahasiswa di Mamasa, Naik-Turun Gunung demi Kuliah Online” (online), (https://news.detik.com)/berita/d- 5009135/beratnya-perjuangan-mahasiswa-di-mamasa-naik-turun-gunung-demi- kuliah-online/2, diakses 11 Mei2020
Ammirudin, H. 2020. “Cari Sinyal Untuk Kuliah Online, Mahasiswa Jatuh Dari Menara Masjid”(online), (https://news.okezone.com)/read/2020/05/09/609/2211324/cari- sinyal-internet-untuk-kuliah-online-mahasiswa-jatuh-dari-menara-masjid, diakses 11 mei2020