DAMPAK PANDEMI DALAM AKTIVITAS AKADEMIK : PERUBAHAN SISTEM PEMBELAJARAN DALAM PANDEMI CORONA

DAMPAK PANDEMI DALAM AKTIVITAS AKADEMIK : PERUBAHAN SISTEM PEMBELAJARAN DALAM PANDEMI CORONA

Oleh: M Ilham Herlian
(Peserta lomba kepenulisan Imkey tahun 2020 dengan tema Berperilaku Cerdas di Tengah Pandemi)

Diawal tahun 2020 dunia digemparkan oleh adanya wabah virus corona.Virus corona merupakan turunan dari virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang sama halnya seperti penyakit flu, setidaknya seseorang pernah terinfeksi virus ini satu kali dalam hidupnya. Lalu apa yang membuat virus ini sangat membuat dunia bergetar?
Berdasarkan data World Health Organization (07/05/2020). Kasus yang menginfeksi orang diseluruh dunia ini sebanyak 3.856.396 jiwa, korban meninggal 266.470 jiwa serta orang yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.317.874 jiwa. Virus ini tersebar melalui ketika bersentuhan dengan cairan dari tubuh penderita. Seseorang akan terinfeksi virus ini ketika terinfeksi dari batuk dan bersin penderita, menyentuh wajah setelah terkontak dari cairan tubuh penderita. Tak hanya itu saja, menyetuh barang yang telah digunakan penderita pun juga dapat memberikan penularan virus kepada seseorang yang menyentuhnya. Dengan tingkat kasus yang semakin bertambah serta penyebaran virus yang sangat cepat, pemerintah kita berupaya memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau sering terdengar sebagai PSBB yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB dalam rangka percepatan penanganan coronavirus disease (Covid-19) pada 31 Maret 2020 lalu.

Banyak dampak yang terjadi imbas dari adanya pandemik ini yang memicu pemerintah memberlakukan adanya PSBB salah satunya adalah pendidikan. Dalam dunia pendidikan, pembatasan sosial ini diupayakan guna mencegah penularan dari satu pelajar ke pelajar lainnya. Dengan adanya kebijakan ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan pendidikan berbasis online dimana mengubah sistem pembelajaran yang biasanya kegiatan belajar mengajar dilakukan diruang kelas kali ini pendidikan diadakan berbasis online.

Dalam pembelajaran berbasis online, pelajar dituntut tetap belajar meskipun berada di rumah dengan menggunakan perangkat yang mendukung misal telepon genggam pintar ataupun lainnya yang berkaitan. Dalam hal ini pihak sekolah ataupun

perguruan tinggi banyak yang telah memberikan fasilitas untuk menunjang pembelajaran online ini misalnya memberikan kuota internet. Dengan pemberian kuota internet diharapkan para pelajar dapat memaksimalkan pembelajarannya ditengah pandemi ini,sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak belajar dikarenakan kuota habis. Disisi lain, tidak semua wilayah memiliki koneksi internet yang stabil sehingga banyak pelajar bahkan pendidik yang merasakan kesulitan dalam pembelajaran online ini.

Pembelajaran online memang menyenangkan, kita sebagai pelajar tidak harus berpergian kesekolah ataupun ke kampus dalam situasi ini untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Hanya dengan menggunakan media internet dan aplikasi yang mendukung, pelajar dapat melakukan pembelajaran bahkan hingga bisa bertatap muka bersama guru atau dosen dan teman-teman bahkan dapat memproyeksikan presentasi materi dari guru atau dosen tersebut sehingga pelajar dapat lebih paham apa yang disampaikan oleh pendidik. Dalam hal tersebut, tidak hanya seorang pelajar saja yang harus terbiasa dengan adanya pembelajaran online, pendidik juga dituntut supaya menguasai dalam bidang IPTEK sehingga tidak ada namanya pendidik kesulitan dalam menghadapi sistem pendidikan berbasis online ini. Meskipun didalam situasi seperti ini, mau tidak mau pelajar harus tetap belajar, sebab ini adalah salah satu sistem pembelajaran darurat dikala situasi tidak memungkinkan. Dari pandemi ini, masyarakat khususnya pelaku didunia pendidikan dinilai akan lebih cepat dan akrab dengan kondisi pembelajaran online ini dan mengikuti perkembangan zaman pada era Revolusi Industri 4.0.

Baik dampak positif ataupun dampak negatif yang dirasakan oleh pelajar saat  ini, semestinya kita sebagai pelajar ikut mendukung apa yang diupayakan oleh pemerintah untuk mencegah penularan virus ini salah satunya adalah mengikuti anjuran pemerintah untuk belajar dirumah (pembelajaran online). Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi pihak pemerintah supaya dikaji secara lebih detail mengenai dampak perubahan sistem pendidikan agar dapat meminimalisir masalah lain yang timbul dan dengan mudah untuk menentukan jalankeluarnya.