Bermuhasabah di Ramadhan yang Penuh Musibah
BERMUHASABAH DI RAMADHAN
YANG PENUH MUSIBAH
Oleh: Farikhatul Aini
(Pemenang juara 4 dalam ajang lomba kepenulisan Imkey tahun 2020 dengan tema Berperilaku Cerdas di Tengah Pandemi)
Keindahan bulan ramadhan setiap tahunnya memang selalu memberi kesan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Bagaimana tidak, bulan yang penuh berkah ini hanya ada sekali dalam satu tahun. Adakah umat Islam yang tidak merindukan bulan ramadhan yang penuh berkah ini?
Keindahan bulan ramadhan diwarnai dengan penuhnya masjid dan mushola setiap malam untuk melaksanakan solat tarawih, dimana solat tarawih hanya ada di bulan ramadhan. Solat jamaah yang menanamkan rasa sabar dan ikhlas dalam setiap rokaatnya. Semangatnya para remaja yang melantunkan ayat-ayat Allah di masjid dan mushola masing-masing. Ngabuburit yang menjadi agenda setiap sore, dan suasana lampu merah yang diwarnai dengan ramenya orang-orang berbagi takjil geratis. Keistimewaan ramadhan juga terbangun dalam setiap keluarga, dimana moment berbuka dan sahur menjadi moment kebersamaan yang indah. Moment-moment seperti inilah yang kita rindukan di ramadhan tahunini.
Pelaksanaan ramadhan tahun ini jauh sangat berbeda dengan ramadhan
-ramadhan tahun sebelumnya. Ramadhan dengan cobaan terbesar umat Islam dimana dunia diuji dengan munculnya wabah virus Corona. Virus yang kita tahu sudah menjatuhkan ribuan korban. Sebagai umat Islam yang bertakwa kepada Allah SWT semoga kita mampu bermuhasabah diri dalam mengevaluasi atas tertimpanya musibah covid-19 ini. Muhasabah yang artinya introspeksi, bukan sekedar introspeksi diri tapi juga mampu mengamalkan kebaikan di masa depan.Dengankatalainkitamampumengevaluasidirikitadarikeburukanyang terjadi untuk menjadi lebih baik di kemudianhari.
Virus covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernafasan yang juga mengakibatkan infeksi paru-paru hingga yang paling fatal mengakibatkan kematian. Virus ini ditemukan pertama kali di Wuhan Cina pada Desember tahun2019.Virusyangbisamenyerangsiapasajadenganprosespenularannya yang sangat cepat, termasuk penularan yang ada di Indonesia. Menurut data yangdirilisgugustugaspercepatanpenanganancovid-19padatanggal14Mei
2020,jumlahkasusterkonfirmasipositif16.006denganjumlahkematian1043.
Pemerintah dalam situasi seperti ini telah memberikan panduan kepada masyarakat agar menjalankan ibadah puasa di rumah saja. Tarawih dirumah, tadarus dirumah, dan berbuka puasa dirumah. Panduan ini dikeluarkan guna untuk memotong rantai penularan virus covid-19. Dengan tidak berkumpul dan melakukan sosial distancing, setidaknya kita telah menjaga diri kita dan menjaga sesama dari penularan virus covid-19. Meskipun ramadhan hanya dirumah saja, namun tidak membatasi diri untuk salingberbagi.
Sebuah wabah mengenai suatu kaum adalah hukuman dari Allah SWT tapi rahmat bagi kaum-kaum yang beriman. Seperti hadist yang diriwayatkan.
"Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang wabah penyakit. Rasulullah Saw memberitahukan kepadaku: ‘Wabah penyakit itu adalah azab yang diutus Allah kepada orang-orang yang Ia kehendaki. Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Jika terjadi suatu wabah penyakit, ada orang yang menetap di negerinya, ia bersabar, hanya berharap balasandariAllah.Iayakinbahwatidakadaperistiwayangterjadikecualisudah ditetapkanAllah.Makaiamendapatbalasansepertimatisyahid".
(HR. Al - Bukhari).
Nah, kita ini termasuk yang dihukum atau dirahmati oleh Allah karena wabah ini. Hanya diri kita sendiri yang mampu menilai apakah Allah sedang memberi hukuman atau rahmat untuk kita di tahun ini, khususnya bulan ramadhan ini. Hanya diri kita sendiri yang mampu menilai semua ini. Akan selaluadahikmahbaikdisetiapujianyangAllahberikankepadahambanya.
Mungkin ramadhan tahun lalu kita sibuk dengan urusan dunia sampai lupa beribadah. Yang jarang tadarus menjadi lebih rajin dalam tadarus,yang terawihnya sesekali, mungkin ramadhan tahun ini bisa setiap hari. MemanfaatkanwaktuluanguntukberibadahagarlebihdekatlagidenganAllah. Mencobasesuatuyangbelumpernahdilakukan,sampaikitatahuternyatakita punyakelebihan.Yangselalusibukmikirinhariinibukbersamasiapaya,besok
bukbernyakemanaya,hmmmmungkinsaatiniAllahinginmelihatkanbahwa berbukapuasadengankeluargaadalahmomentindahyangpenuhberkah.
Bukankah semua itu berkah luar biasa dari Allah untuk kita. Dan bisa menjadi momentum agar kita lebih peduli dan lebih dekat terhadap tetangga kita,siapatahuAllahtitipkanrejekimerekalewatkitauntuksalingberbagi.
Yang terakhir, hei jiwa-jiwa yang sedang galau jangan capek-capek mikirin hidup yang gini-gini aja, masih ada waktu untuk terus memperbaiki yang harus dibenahi atau bahkan yang harus dimulai dari nol. Kalo belum bisa hariini karena terhalang virus covid-19 masih ada hari esok untuk selalu membenahi diri,semangat.