Pesan singkat dari Prahara Samudera
"Sungguh aku melihat air yang tergenang tak mengalir itu pasti akan rusak, pun singa jika ia tak keluar dari belantaranya maka tak kan ada yang dapat menerkam mangsanya, anak panah pun jika tak keluar dari busurnya maka tak kan pernah mencapai sasaran tembak". Asy Syafi'i
Seperti halnya siklus kehidupan, rangkaian perjalanan yang berulang secara stabil dan sistematis. Putaran yang bermula dari awal kelahiran hingga tumbuh berkembang mencapai derajat kedewasaan. Selayaknya papan kehidupan, IMKEY merupakan salah satu rumah kedua bagi mereka yang sedang menempuh studi di tanah rantau yang dikenal istimewa.
Rumah yang selalu membuka lebar-lebar pintu gerbang nya bagi siapa saja yang ingin singgah di dalamnya, maupun di serambi pelatarannya. Rumah yang memberi ruang kepada siapapun untuk mengeksplorasi segala bentuk perwujudan dirinya. Rumah yang menaungi penghuninya dari panasnya kecemburuan, dinginnya kekaku-kikukan, hujan keresahan, badai kekhawatiran dan luapan pasang kesedihan.
IMKEY telah menjadi bahtera yang telah menghantarkan penumpangnya dalam mengarungi samudera keguyub rukunan antar sesama warga sedaerah seperantauan, perjalanan selama 1 dekade lamanya. Sebuah perjalanan yang tidak sebentar pastinya, dengan berbagai pencapaian yang telah digapainya saat ini.
Tentu tidak dapat dipungkiri, berbagai macam gelombang yang menerjang dan badai yang menghantam pernah dihadapinya. Pun kenikmatan saat mendapati ketenangan lautan yang menghampar, dengan semilir sepoi anginnya yang membelai, menghantarkan puluhan burung terbang berkicau di atasnya, menjadikan kedamaian tersendiri bagi yang merasakannya.
Berulang kali terekam jelas keindahan sang fajar yang mengufuk dan kesyahduan senja yang tenggelam di peraduannya, dalam berbagai memori kisah kasihnya... .
Bahtera gagah yang nampak di permukaan sekarang ini, bukanlah bongkahan kayu yang terwujud dengan sendirinya, layaknya sabdanya Tuhan "Kun!" seketika jadilah. Perlu berbagai macam perlengkapan dan alat pertukangan, berulang kali renovasi dan rekonstruksi. Setidaknya perlu proses hingga menunggu masa 1 dekade sekarang ini.
Pencapaiannya saat ini, sebenarnya hanyalah berawal dari bongkahan kayu yang tak jelas kemanfaatannya. Berdaur menjadi sebongkah sampan tiada dayung yang bingung menggerakkannya, dengan apa dan akan dibawa kemana.
Perlahan lambat laun dayung pun didapatnya, layar kecil pun mulai dikibarkan, perahu mungil itu dengan nekatnya memberanikan diri berlayar di tengah hamparan samudera tiada tepi. Diantara kenekatannya, pastilah ada secuil ketakutan, khawatir akan datangnya gelombang ombak yang dapat mengombang ambingkannya. Gemuruh badai yang dapat memporak porandakannya, menenggelamkannya.
Pun demikian, keyakinan itu pasti ada, bahwa hantaman gelombang dan terpaan badai itu pun tak kan bisa dihindari, dan kan terjadi berulang-ulang kali, bertubi-tubi.
Maka dengan kegigihan awaknya dan kekompakan anggota krunya, cuaca buruk itu berulang kali berhasil dilewatinya, jerih payahnya menuaikan hasil yang tak kan pernah mengecewakan bagi mereka yang menanti kedatangannya berlabuh di dermaga kehidupan. Peningnya kening, Perihnya luka dan Letihnya sekujur badan tak mengkhianatinya.
Bongkahan kayu itu, sampan itu, dayung itu, layar itu, lambat laun berhasil mentransformasikan dirinya menjadi bahtera yang terbilang elok nan rupawan. Bahtera yang mulai menarik perhatian banyak kalangan. Bahtera yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka yang pernah menumpanginya. Bahtera yang banyak orang menaruh harapan kepadanya.
Di moment-moment seperti, mereka yang menjadi awak saat ini, sesogyanya kembali menilik muasalnya, bagaimana bahtera ini dapat berlayar, asal keberadaannya yang bermula dari ketiadaan keapa-apaan. Seperti halnya kembali memunculkan berbagai macam kalimat tanya, atau merefleksikan sejarah yang terpendam, atau berkenan menebar kembali kisah kisah fantasi yang selalu bertebaran di setiap dermaga yang pernah dilabuhnya. Hingga akhirnya ketidaktahuan menjadi pengetahuan, kealpaan menjadi ingatan yang dikembalikan dan keraguan menjadi keyakinan yang dikobarkan.
Sebagaimana halnya siratan makna yang terkandung dalam simbol 1 dekade masanya, 10 tahun. Sepuluh, tentang angka yang mengandung makna antara ketiadaan dan keadaan yang ada. Wujud keberadaan (1) yang manyatu dengan dasar ketiadaan (0) menjadikannya sebagai angka yang memiliki skor tertinggi. Angka yang menjadi jumlah jari dari kedua tangan yang memilikinya. Angka yang menjadi basis modular 10 yang telah diperkenalkan Syu’aib AS. di zamannya, yang olehnya disebut sebagai angka sempurna, simbol kesempurnaan.
Sebagaimana halnya siratan makna yang terkandung dalam simbol 1 dekade masanya, 10 tahun. Sepuluh, tentang angka yang mengandung makna antara ketiadaan dan keadaan yang ada. Wujud keberadaan (1) yang manyatu dengan dasar ketiadaan (0) menjadikannya sebagai angka yang memiliki skor tertinggi. Angka yang menjadi jumlah jari dari kedua tangan yang memilikinya. Angka yang menjadi basis modular 10 yang telah diperkenalkan Syu’aib AS. di zamannya, yang olehnya disebut sebagai angka sempurna, simbol kesempurnaan.
Semoga momentum 1 dekade ini, 10 tahun perayaan hari jadi ini, menjadi hoki bagi IMKEY dan mereka yang turut andil membersamainya. Menjadikan IMKEY sebagai wadah yang selalu memberikan keberuntungan, kebermanfaatan bagi mereka yang mengenalnya, merasakan keberadaannya. Selayaknya angka 10, harapan-harapan yang semoga selalu mendekati makna kesempurnaan.
DIRGAHAYU IMKEY
Untuk mu 1 Dekade IMKEY ku
Maafkan aku yang masih amatir dan slalu berpikir liar tiap kali mendefinisikan mu
Rahayu, Rahayu, Rahayu...
